MEKSIKO – Pelarian salah satu gembong narkoba paling berbahaya di dunia, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” dilaporkan berakhir. Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut tewas dalam operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko di wilayah Tapalpa, Jalisco, pada Minggu (22/2).
Operasi intensif yang didukung oleh Garda Nasional, intelijen nasional, dan Kejaksaan Agung ini menyasar Tapalpa yang dikenal sebagai basis pertahanan kuat CJNG. Dukungan udara dari pesawat Angkatan Udara turut dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak sang buronan.
Kronologi Kontak Senjata
Kementerian Pertahanan Meksiko mengonfirmasi bahwa pertempuran pecah setelah personel militer mendapatkan serangan dari kelompok bersenjata saat mencoba melakukan penangkapan. Dalam aksi bela diri tersebut:
- Tujuh anggota kartel tewas: Empat orang tewas di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya menghembuskan napas terakhir saat proses evakuasi udara menuju Mexico City.
- Identitas target: Salah satu yang tewas diidentifikasi sebagai Ruben “N” alias Mencho. Meski demikian, otoritas masih menunggu hasil konfirmasi forensik untuk memastikan identitas resminya secara hukum.
- Korban aparat: Tiga anggota pasukan khusus dilaporkan terluka dalam baku tembak sengit tersebut.
Penyitaan Senjata Berat dan Penangkapan
Selain melumpuhkan anggota kartel, militer Meksiko berhasil mengamankan dua orang anggota CJNG hidup-hidup. Operasi ini juga menyita sejumlah aset tempur yang mengejutkan, termasuk:
- Kendaraan lapis baja.
- Senjata api berbagai jenis.
- Peluncur roket anti-pesawat.
Kerja Sama Internasional dan Hadiah Rp493,5 Miliar
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari pertukaran informasi intelijen dengan otoritas Amerika Serikat melalui kerangka kerja sama bilateral. Sosok El Mencho memang menjadi prioritas utama kedua negara.
Sebelumnya, AS menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS, sementara Meksiko menjanjikan 300 juta peso. Jika ditotal, nilai informasi untuk kepala Oseguera mencapai sekitar Rp493,5 miliar.
Saat ini, situasi di Jalisco masih dalam pengawasan ketat untuk mengantisipasi adanya serangan balasan dari simpatisan kartel, sembari menunggu pengumuman resmi dari hasil uji DNA laboratorium forensik. (Red/SI)
Sumber: Anadolu












