Kaos “Maling Berkedok Gizi” Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Saat Orasi Tolak MBG Bikin Gagal Fokus

Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto baru-baru ini mencuri perhatian publik. Dalam sebuah orasi terbuka untuk menolak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, penampilan sang pemimpin mahasiswa tersebut justru membuat banyak orang gagal fokus. Bukan hanya karena pesan yang disampaikan, tetapi karena pesan provokatif yang tertulis jelas pada kaos yang ia kenakan di tengah kerumunan massa di Bundaran UGM.

Sindiran Menohok Lewat Kaos “Maling Berkedok Gizi”

Dalam kegiatan orasi tersebut, Tiyo Ardianto tampil percaya diri dengan mengenakan kaos berwarna gelap yang bertuliskan akronim MBG, namun dengan kepanjangan yang berbeda: “Maling Berkedok Gizi”. Sindiran tajam ini merujuk pada kekhawatiran mahasiswa terhadap transparansi dan potensi penyelewengan dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Massa yang hadir, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga ibu rumah tangga, sempat meneriaki kekaguman mereka terhadap desain kaos tersebut. Tiyo bahkan sempat melontarkan candaan saat ditanya di mana tempat mencetak kaos tersebut, “Saya tidak berdagang seperti Prabowo, ya. Saya kasih desainnya saja, silakan cetak sendiri-sendiri,” ujarnya yang disambut riuh tawa peserta aksi.

Kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Terhadap Program MBG

Selain sorotan pada penampilannya, substansi orasi yang disampaikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto tetap menjadi poin utama. Penolakan terhadap program Makanan Bergizi Gratis ini didasari oleh berbagai laporan di lapangan mengenai ketidaksiapan distribusi dan kualitas menu yang dianggap tidak layak konsumsi di beberapa daerah.

Aksi ini dianggap sebagai bentuk keresahan masyarakat yang disuarakan oleh kalangan akademisi. Kaos yang dikenakan Tiyo dianggap berhasil memvisualisasikan kritik keras tersebut dengan cara yang kreatif namun sangat menyentil para pemangku kebijakan.

Baca Juga:

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kritik Keras Pemerintah, Sebut Fenomena “Ketularan Bodoh” di Lingkaran Pejabat

Respons Warganet: “Tampan dan Pemberani”

Unggahan mengenai aksi dan kaos unik Tiyo Ardianto ini pun segera viral di media sosial. Ribuan warganet memberikan komentar positif dan mengapresiasi keberanian sang mahasiswa dalam menyuarakan pendapat. Banyak yang menyebut aksi ini sebagai representasi nyata dari keresahan rakyat Indonesia saat ini.

Beberapa akun bahkan menyebutnya sebagai sosok yang “tampan dan pemberani” karena berani mengambil risiko politik melalui pesan yang lugas. Dukungan terus mengalir melalui tagar dan komentar yang meminta agar pemerintah lebih telinga terhadap kritik-kritik substantif terkait pelaksanaan program MBG di lapangan.

Melalui aksi ini, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai agen pengontrol kebijakan pemerintah yang harus tetap kritis dan berani dalam mengawal setiap program nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *