MENYABO — Masyarakat Adat Dayak Taba di Desa Menyabo bersiap menggelar perhelatan budaya akbar tahunan mereka. Festival budaya bertajuk M’PARA DIO PADE SE-TANA’ TABA II Tahun 2026 secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 Juni 2026.
Berpusat di Rumah Radakng Taba Menyabo, acara ini akan menjadi magnet budaya yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat sub-suku Dayak Taba dan masyarakat luas. Prosesi sakral Opening Ceremony dijadwalkan membuka seluruh rangkaian acara pada tanggal 27 Juni 2026.
Filosofi Mendalam di Balik “M’para Dio Pade”
Secara harfiah dan filosofis, M’para Dio Pade bukan sekadar pesta rakyat. Bagi suku Dayak Taba di Sanggau, ritual ini adalah manifestasi spiritual tertinggi atas hubungan vertikal manusia dengan Jubata (Tuhan Yang Maha Kuasa) dan hubungan horizontal dengan alam semesta.
Kata “Dio Pade” merujuk pada berkat padi atau hasil panen. Bagi masyarakat Dayak, padi adalah simbol kehidupan, jiwa, dan kelangsungan generasi. Menyelenggarakan M’para Dio Pade berarti mengembalikan rasa syukur ke tanah leluhur, menghormati roh padi, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan (Se-Tana’ Taba) agar tanah yang dipijak tetap subur dan dijauhkan dari marabahaya (tolak bala). Rumah Radakng Taba Menyabo dipilih sebagai episentrum kegiatan karena rumah panjang (Radakng) adalah simbol musyawarah, gotong royong, dan rahim tempat kebudayaan Dayak lahir dan dirawat.
Ragam Kegiatan dan Kemeriahan Festival
Selama tiga hari berturut-turut, pengunjung akan disuguhkan dengan perpaduan harmonis antara sakralitas adat dan festival modern. Berbagai agenda yang siap memeriahkan acara ini antara lain:
- Parade Budaya & Prosesi Adat: Menampilkan khazanah pakaian adat, ritual pembuka, dan pawai yang menunjukkan identitas Dayak Taba.
- Ragam Festival dan Perlombaan: Kompetisi permainan tradisional, olahraga sumpit, hingga seni ketangkasan khas daerah.
- Pameran Seni dan Kuliner: Ruang pamer bagi kerajinan tangan (anyaman/manik-manik) serta stan kuliner tradisional Dayak yang otentik.
- Panggung Hiburan: Malam akbar yang akan dihibur oleh penampilan deretan artis-artis Dayak papan atas serta musisi lokal berbakat.
Tujuan Dasar Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan M’para Dio Pade Se-Tana’ Taba II memiliki beberapa tujuan fundamental yang menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat:
- Sisi Kebudayaan dan Pariwisata: Mengangkat dan memperkenalkan keunikan eksotisme budaya Dayak Taba ke kancah nasional maupun internasional, sekaligus menjadikannya sebagai aset wisata budaya unggulan di Kabupaten Sanggau.
- Sisi Adat Istiadat: Mengukuhkan kembali hukum adat, tatanan sosial, dan ritual warisan leluhur agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan globalisasi yang serba digital.
- Sisi Generasi Muda (Regenerasi): Menjadi media edukasi hidup (living museum) bagi pemuda-pemudi Dayak Taba. Kegiatan ini bertujuan memantik rasa bangga (sense of pride) di hati generasi muda agar mereka mau mempelajari, mencintai, dan memegang teguh identitas akarnya sebagai orang Dayak di era modern.
- Sisi Ekonomi dan Sosial: Menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat lokal melalui pameran produk UMKM serta mempererat tali persaudaraan antar kampung sub-suku Taba di kabupaten Sanggau.
Pesan Moral: Kesadaran Berbagi dan Kerendahan Hati
Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan, kelimpahan rezeki (padi), dan kesehatan yang kita nikmati hari ini bukanlah semata-mata hasil usaha manusia, melainkan titipan dari Yang Maha Kuasa. Manusia diajarkan untuk tidak serakah, selalu ingat berbagi dengan sesama, dan tetap membumi (rendah hati). Kegagalan menjaga moralitas dan keselarasan sosial hanya akan mendatangkan ketidakharmonisan di dalam komunitas.
Pesan Budaya dan Adat Istiadat: “Adat Dijunjung, Tradisi Dipelihara”
Kebudayaan Dayak Taba adalah identitas dan harga diri. Lewat momentum M’para Dio Pade II ini, tersirat pesan kuat bagi seluruh masyarakat adat, khususnya generasi muda: “Boleh melangkah maju mengejar zaman, namun jangan pernah meninggalkan tanah tempat akar budayamu tertanam.” Menjaga adat istiadat dan menghormati alam adalah benteng pertahanan terakhir agar masyarakat Dayak Taba tidak kehilangan jati dirinya di tengah arus perubahan dunia.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran lomba, jadwal detail, dan akomodasi, panitia telah menyediakan akses informasi resmi melalui media sosial dan situs web berikut:
- Instagram: @tababorneo
- TikTok: @tababorneo
- Website Resmi: menyabo.id
Sampai jumpa di Rumah Radakng Taba Menyabo! Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata!













