banner 728x250

Tugu Tangan Desa Menyabo: Simbol Harapan, Perdamaian, dan Jati Diri Dayak Taba

MENYABO, Tayan Hulu – Batas Desa Menyabo yang dikenal luas oleh masyarakat adalah “TUGU TANGAN“. Terlepas dari berbagai pandangan atau asumsi yang beredar di kalangan masyarakat saat ini, berdirinya Tugu Tangan tersebut merupakan perwujudan permohonan, cita-cita, dan rasa syukur.

Dasar Pemikiran:

Berawal dari inisiatif untuk menetapkan Batas Desa antara Desa Sosok dan Desa Menyabo. Setelah diskusi panjang dan pertimbangan yang mendalam, muncul ide yang berbeda sebagai bentuk penanda batas antardesa.

Tugu dengan simbol tangan menengadah yang awalnya ingin dihadapkan ke arah jalan, namun dengan pertimbangan biaya dan risiko, akhirnya diputuskan bentuk tugu vertikal dengan simbol Tangan, Tempayan, dan Tato.

Filosofi:

Tangan tengadah ke atas memohon kepada sang pencipta langit dan bumi agar desa menyabo menjadi desa yg Bersih, Elok, Aman dan Harmonis, di singkat Menyabo “Betah.” Maju di segala hal dan masyarakat yg sejahtera.

  • Tangan: Bentuk tangan memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar semua hal yang bersifat positif bagi Desa Menyabo dapat terwujud, baik melalui peran Pemerintah Desa maupun kontribusi masyarakat secara langsung atau tidak langsung, Contoh; Realisasi Rumah Betang Sub Suku Dayak Taba dan Pembangunan Lapangan Multifungsi Desa Menyabo

Tempayan dan Tato:

  1. Tempayan: Sebagai simbol perdamaian yang menggambarkan dengan jelas bahwa masyarakat Desa Menyabo mencintai kedamaian, terlepas dari segala pertikaian yang terjadi. Tujuan utamanya adalah terwujudnya kedamaian pada seluruh masyarakat desa.
  2. Tato: Tato pada lengan tangan melambangkan identitas Suku Dayak. Mayoritas masyarakat Desa Menyabo merupakan Sub Suku Dayak Taba.

Berdasarkan filosofi dan dasar pemikiran Tugu Tangan tersebut di atas, penafsiran ini tentu jauh dari pemikiran umum yang menyebar saat ini.

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang sering terjadi di sekitar Tugu Tangan tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengaitkan segala kejadian apa pun di sekitar Tugu Tangan dengan hal-hal mistis,” ungkap Kasim, Kepala Desa Menyabo.

Sumber: Istimewa (Kasim, Kades Menyabo)

 

Media sosial kami:

Instagram | Facebook | Tiktok | YouTube | Saluran

 

Respon (1)

  1. Terima kasih banyak atas apresiasi Anda! Kami senang artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas dan mendalam mengenai makna Tugu Tangan. Benar sekali, filosofi ‘Betah’ (Bersih, Elok, Aman, Harmonis) dan simbol perdamaian serta jati diri Dayak Taba adalah inti dari berdirinya tugu ini. Kami berharap tugu ini terus menjadi pengingat akan harapan baik bagi seluruh masyarakat Desa Menyabo…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *